Laman

Minggu, 05 Agustus 2012

WARNET

Warung Internet (disingkat: Warnet) adalah salah satu jenis wirausaha yang menyewakan jasa internet kepada khalayak umum.

Pengguna warnet

Warnet banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa, pelajar, profesional dan wisatawan asing.
Warnet digunakan untuk bermacam-macam tujuan, bagi pelajar, dan mahasiswa warnet banyak digunakan untuk:
Bagi masyarakat umum warnet digunakan untuk:
  • Memeriksa kiriman surat elektronik terbaru
  • Melamar pekerjaan
  • Bersosialisasi dan berkomunikasi (chatting)
  • Sarana menikmati hiburan dan lain sebagainya.

Biaya

Biaya akses internet umumnya dipatok per jam atau per menit ada juga yang di patok sekali main(biasanya di area bersinyal berbayar)

Warnet di dunia

Di negara dunia ketiga, warnet adalah tempat kebanyakan orang mengakses internet. Di negara-negara atau daerah-daerah maju yang akses internetnya sudah ada pada hampir setiap rumah, warnet jarang didapatkan dan mahal tarifnya. Di daerah perkotaan (urban) sebuah warnet memiliki nama-nama umum panggilan lain seperti; Net Cafe, Cyber Cafe, atau Pusat Permainan Dalam Jaringan dimana sambungan internetnya dikhususkan untuk melakukan permainan komputer dalam jaringan. Sementara di daerah atau pinggir kota umumnya dikenal sebagai telecenter.
Di beberapa negara yang banyak mengandalkan sensor seperti RRC dan Singapura warnet-warnet dikontrol. Tetapi di negara-negara lain malahan diberi bilik-bilik pribadi supaya bisa mengakses pornografi tanpa dibatasi. Di Los Angeles, Amerika Serikat, warnet juga diawasi karena menarik geng-geng jalanan.

Penyebaran warnet

Umumnya warnet paling banyak terdapat/tersebar terutama di kota-kota besar (ibukota propinsi, kabupaten, dan di kota-kota kecil sebagai penyedia jasa untuk melayani kebutuhan masyarakat di daerah tersebut dalam mengakses informasi. Kebanyakan warnet tersebar di dekat tempat pendidikan seperti Universitas atau SMA. Warnet juga banyak terdapat di tempat-tempat umum dimana orang bersosialisasi seperti Mal, town square, dan sejenisnya. Namun beberapa dari tempat ini atau kafe-kafe tertentu ditempat ini memberikan jasa internet berupa koneksi Wifi (hotspot) yang biasanya gratis karena sudah satu paket dengan biaya yang kita keluarkan saat minum atau makan. Biasanya pengunjung akan mendapat akun untuk memakai internet. Penyebaran warnet di Indonesia pernah dipresentasikan[1] dalam lokakarya [1] di Mexico City, 16-19 November 2004 sebagai persiapan data ICT readiness di negara berkembang pada tahun [2]

Aplikasi warnet

Ada beberapa aplikasi warnet yang bertujuan mencatat siapa yang masuk dan berapa lama dia memakai komputer.
  • Manual adalah cara aplikasi yang paling sederhana dan tradisional dimana penjaga warnet mencatat penggunaan internet menggunakan kertas. Salah satu kekurangannya adalah penjaga warnet yang memutuskan apakah konsumen harus membayar lebih atau tidak. Karena beberapa masalah seperti konsumen gagal memakai komputer tapi tagihan bayaran tetap jalan.
  • Aplikasi Berbasis Jaringan adalah aplikasi otomatis dalam jaringan dimana perhitungan dilakukan saat pengguna memasukkan identitas. Aplikasi ini lebih memudahkan penjaga karena terdapat fungsi-fungsi lainnya selain mencatat waktu seperti memberi diskon atau mengendalikan komputer dari jarak jauh.

Masalah dalam warnet

Warnet sendiri tidak terlepas dari berbagai masalah seperti
  • Pornografi. Banyak negara memandang internet adalah salah satu media dimana pornografi dapat diakses oleh pengguna. RRC contohnya telah mengontrol hal ini dengan ketat dan dianggap efektif [3]. Hal ini dikarenakan medianya yang visual dan kemudahan untuk mengunduh berkas seperti: AV, beep dan film yang mengandung fotografi dalam bentuk AVI (terbesar) hingga 3gp untuk kapasitas telepon genggam.
  • Pengunduhan program-program komputer ilegal atau program-program komputer yang sudah di kodenya sudah dipecahkan ulang, atau dikenal juga sebagai Cracker APP/WAREZ.
  • Penyebaran virus dan worm. Virus/worm ini menyebar melalui situs, dokumen yang di unduh dari surat-e, flashdisk, dan lain sebagainya.
  • Perjudian dalam jaringan.
  • HAKI dalam penggunaan perangkat lunak oleh warnet tersebut. Namun beberapa warnet juga sudah menggunakan perangkat lunak sah baik dengan membeli izin proprietary maupun menggunakan perangkat lunak bersumber bebas (Open Source) seperti Linux. Software Linux yang populer diwarnet seperti Ubuntu, IGOS, SimplyMepis, Suse dan lain-lain.
  • Kejahatan melalui jaringan seperti penipuan, scam, penyedia layanan game online seperti Real-Money trans, botting, cheat hingga manipulasi karakter seperti penipuan.

Banyak Warnet Belum Punya Izin Usaha

Banyak warung internet di Palembang yang tak mengantongi izin. Hal itu dikatakan Kepala Badan Penanaman Modal Daerah Palembang Sayuti Hadim.
Dalam catatan pihaknya, Sayuti mengatakan baru sekitar 50 hingga 60 warnet di Palembang yang punya izin resmi, seperti Surat Izin Tempat Usaha. Itupun, katanya, untuk warnet yang berlokasi di jalan-jalan protokol.
“Sedangkan di perkampungan, disinyalir ada ratusan warnet yang tidak punya izin,” kata Sayuti, di ruang kerjanya, Kamis (3/6).
Hal ini juga diamini Djunaidi, Kepala Bidang Rencana Investasi dan Perizinan BPMD Palembang. Katanya, di Palembang, dari ratusan warnet yang beroperasi, masih segelintir yang punya izin. Sebagian karena mereka tergolong usaha kecil.
Adapun untuk warnet skala besar, harus mengantongi izin tempat usaha. Hal ini berpedoman pada Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Pembinaan dan Retribusi.
Dalam aturan itu, apabila luas ruangan yang dijadikan tempat usaha berukuran 25 meter per segi, “Itu harus memiliki surat izin tempat usaha,” ujar Sayuti.
Sayuti menengarai, masih sedikitnya warnet yang punya izin ini karena ketidaktahuan pemilik maupun pengelolanya.
“Bisa juga ada yang tidak peduli,” katanya.
Karena itu, Sayuti menyebutkan pemerintah bakal menyosialisasikan hal ini. “Untuk menggugah kesadaran mereka,” ujar dia. (why)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar